Selamat Datang di blog Kota Tarutung Semoga tautan yang ada di blog Kota Tarutung ini dapat membantu anda

Kota Tarutung

Foto saya
Tarutung, Sumatera Utara, Indonesia
Kota Tarutung sangat di kenal dengan pesona keindahan alamnya yang sangat indah, dan tempat wisata Salib Kasih yang terkenal sampai ke penjuru dunia, begitu juga dengan Air Panas alami , dan pemandian air sodanya....

Selasa, 29 Mei 2012

Masa Pemerintahan Tapanuli Utara Sampai Saat ini

Sesudah kemerdekaan Republik Indonesia diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945, pemerintah mulailah membentuk struktur pemerintahan baik di pusat dan di daerah. Dengan diangkatnya Dr. Ferdinand Lumbantobing sebagai Residen Tapanuli, disusunlah struktur pemerintahan dalam negeri di Tapanuli khususnya di Tapanuli Utara sebagai berikut : 
Nama Afdeling Batak Landen diganti menjadi Luhak Tanah batak dan sebagai luhak pertama diangkat Cornelis Sihombing. Nama Budrafdeling diganti menjadi Urung dipimpin Kepala Urung, Para Demang memimpin Onder Afdeling sebagai Kepala Urung. 
Onder Distrik diganti menjadi Urung kecil dan dipimpin Kepala Urung Kecil yang dulu disebut Asisten Demang. 
Selanjutnya dalam waktu tidak begitu lama terjadi perubahan, nama Luhak diganti menjadi kabupaten yang dipimpin Bupati, Urung menjadi Wilayah yang dipimpin Demang, serta Urung Kecil menjadi Kecamatan yang dipimpin oleh Asisten Demang. 
Pada tahun 1946 Kabupaten Tanah Batak terdiri dari 5 (lima) wilayah yaitu Wilayah Silindung, Wilayah Humbang, Wilayah Toba, Wilayah Samosir dan Wilayah Dairi yang masing-masing dipimpin oleh seorang Demang. Kecamatan-kecamatan tetap seperti yang ditinggalkan Jepang. 
Pada Tahun 1947 terjadi Agresi I oleh Belanda dimana Belanda mulai menduduki daerah Sumatera Timur maka berdasarkan pertimbangan-pertimbangan strategis dan untuk memperkuat pemerintahan dan pertahanan, Kabupaten Tanah Batak dibagi menjadi 4 (empat) kabupaten. Wilayah menjadi kabupaten dan memperbanyak kecamatan. 
Pada tahun 1948 terjadi Agresi II oleh Belanda, untuk mempermudah hubungan sipil dan Tentara Republik, maka pejabat-pejabat Pemerintahan Sipil dimiliterkan dengan jabatan Bupati Militer, Wedana Militer dan Camat Militer. Untuk mempercepat hubungan dengan rakyat, kewedanaan dihapuskan dan para camat langsung secara administratip ke Bupati. 
Setelah Belanda meninggalkan Indonesia pada pengesahan kedaulatan, pada permulaan tahun 1950 di Tapanuli di bentuk Kabupaten baru yaitu Kabupaten Tapanuli Utara (dulu Kabupaten Batak), Kabupaten Tapanuli Selatan (dulu Kabupaten Padang Sidempuan), Kabupaten Tapanuli Tengah (dulu Kabupaten Sibolga) dan Kabupaten Nias (dulu Kabupaten Nias). Dengan terbentuknya Kabupaten ini, maka kabupaten-kabupaten yang dibentuk pada tahun 1947 dibubarkan. Disamping itu ditiap kabupaten dibentuk badan legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Sementara yang anggotanya dari anggota partai politik setempat. 
Mengingat luasnya wilayah Kabupaten Tapanuli Utara meliputi Dairi pada waktu itu, maka untuk meningkatkan daya guna pemerintahan, pada tahun 1956 dibentuk Kabupaten Dairi yang terpisah dari Kabupaten Tapanuli Utara. 
Salah satu upaya untuk mempercepat laju pembangunan ditinjau dari aspek pertumbuhan ekonomi daerah, pemerataan hasil-hasil pembangunan dan stabilitas keamanan adalah dengan jalan pemekaran wilayah. Pada tahun 1998 Kabupaten Tapanuli Utara dimekarkan menjadi dua Kabupaten yaitu Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Toba Samosir sesuai dengan Undang-Undang Nomor 12 tahun 1998 tentang Pembentukan Kabupaten Toba Samosir dan Kabupaten Mandailing Natal. 
Kemudian pada tahun 2003 Kabupaten Tapanuli Utara dimekarkan kembali menjadi dua kabupaten yaitu Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Humbang Hasundutan sesuai dengan Undang-undang No. 9 Tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Pakpak Bharat dan Kabupaten Humbang Hasundutan. 
Setelah Kabupaten Tapanuli Utara berpisah dengan Kabupaten Humbang Hasundutan jumlah kecamatan di Kabupaten Tapanuli Utara menjadi 15 kecamatan. Kecamatan yang masih tetap dalam Kabupaten Tapanuli Utara yaitu Kecamatan Parmonangan, Kecamatan Adiankoting, Kecamatan Sipoholon, Kecamatan Tarutung, Kecamatan Siata Barita, Kecamatan Pahae Jae, Kecamatan Purbatua, Kecamatan Simangumban, Kecamatan Pahae Julu, Kecamatan Pangaribuan, Kecamatan Garoga, Kecamatan Sipahutar, Kecamatan Siborong-Borong, Kecamatan Pagaran, Kecamatan Muara. 
Mulai terbentuknya daerah Kabupaten Tapanuli Utara, secara berkesinambungan dipimpin oleh Bupati yang merupakan putra daerah sendiri. Sampai tahun 2005 tercatat sebanyak 21 orang Bupati yang memimpin Kabupaten Tapanuli Utara yakni : 

1. C. Sihombing 1945 - 1946 
2. H.F Situmorang 1946 - 1947 
3. H.F Situmorang 1947 - 1949 
4. F. Siagian 1947 - 1949 
5. R.P.N Lumbantobing 1947 - 1949 
6. P. Manurung 1947 - 1949 
7. F. Pasaribu 1950 - 1953 
8. M. Purba 1954 - 1956 
9. H.F. Situmorang 1956 - 1958 
10. B. Manurung 1958 
11. S.M. Simanjuntak 1958 - 1963 
12. E. Sibuea 1963 - 1966 
13. Drs. P. Simanjuntak 1966 - 1967 
14. A.V. Siahaan 1967 - 1968 
15. LetKol M.S.M. Sinaga 1968 - 1979 
16. Drs. S. Sagala 1979 - 1984 
17. Drs. G. Sinaga 1984 - 1989 
18. Lundu Panjaitan , SH 1989 – 1994 
19. Drs. T.M.H. Sinaga 1994 - 1999 
20. Drs. R.E Nainggolan, MM 1999 - 2004 
21. Torang Lumbantobing (Bupati)/ 2004 – 2009 
Drs. Frans A. Sihombing, MM (Wakil Bupati) 

Sama halnya dengan Lembaga Eksekutif, pada Lembaga Legislatif dapat pula diketahui bahwa putra daerah yang telah menjadi Ketua DPRD Tapanuli Utara adalah : 

1. S.P. Lumbantobing 1950 - 1952 
2. S.M. Simanjuntak 1952 - 1955 
3. W. Lumbantobing 1955 - 1958 
4. S.M. Simanjuntak 1958 - 1963 
5. E. Sibuea 1963 - 1966 
6. S. Simanjuntak 1966 - 1967 
7. P. Hutajulu 1967 - 1971 
8. S. Tarigan 1971 - 1977 
9. C. Sinaga 1977 - 1982 
10. W.T. Simatupang 1982 - 1987 
11. F. Sianturi 1987 - 1992 
12. Ir. M. Loebis 1992 - 1997 
13. Drs. S.F.M. Situmorang 1997 - 1999 
14. Torang Lumban Tobing 1999 - 2004 
15. FL. Fernando Simanjuntak,SH, MBA 2004 - 2009 
Kabupaten Tapanuli Utara merupakan daerah yang cukup terkenal di kawasan Nusantara, terutama karena potensi alam dan sumber daya manusianya. Potensi alam antara lain luasnya lahan kering untuk dijadikan persawahan baru dengan membangun irigasi. Sebahagian perairan Danau Toba yang dimiliki dan sungai yang cukup banyak untuk dimanfaatkan potensinya untuk irigasi, pengembangan perikanan maupun pembangkit tenaga listrik. Keindahan alam dengan panorama khususnya Pulau Sibandang di kawasan Danau Toba di Kecamatan Muara, dan Wisata Rohani Salib Kasih. Kekayaan seni budaya asli merupakan potensi daerah dalam upaya mengembangkan kepariwisataan Nasional. Potensi lain terdapat berbagai jenis mineral seperti Kaolin, Batu gamping, Belerang, Batu besi, Mika, Batubara, Panas bumi dan sebagainya. Potensi sumber daya manusia sudah tidak diragukan lagi bahwa cukup banyak putera-puteri Tapanuli yang berjasa baik di pemerintahan, dunia usaha dan sebagainya. 
Sesuai dengan potensi yang dimiliki, maka tulang punggung perekonomian Kabupaten Tapanuli Utara didominasi oleh sektor pertanian khususnya pertanian tanaman pangan dan perkebunan rakyat, menyusul sektor perdagangan, pemerintahan, perindustrian dan pariwisata. Pada era informasi dan globalisasi peranan pemerintah maupun pihak swasta semakin nyata dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah di berbagai sektor/bidang sehingga pendapatan masyarakat semakin meningkat. 
Kiranya uraian sekilas Pemerintahan di Kabupaten Tapanuli Utara ini dapat membawa kesan dan manfaat bagi kita. 
Horas !!! info http://www.taputkab.go.id
Baca selengkapnya......

Masa Hindia Belanda dan Jepang


Pada masa Hindia Belanda, Kabupaten Tapanuli Utara termasuk Kabupaten Dairi dan Toba Samosir yang sekarang termasuk dalam keresidenan Tapanuli yang dipimpin seorang Residen Bangsa Belanda yang berkedudukan di Sibolga. Keresidenan Tapanuli yang dulu disebut Residentie Tapanuli terdiri dari 4 Afdeling (Kabupaten) yaitu Afdeling Batak Landen, Afdeling Padang Sidempuan, Afdeling Sibolga dan Afdeling Nias. Afdeling Batak Landen dipimpin seorang Asisten Residen yang ibukotanya Tarutung yang terdiri 5 Onder Afdeling (Wilayah) yaitu : 
Onder Afdeling Silindung (Wilayah Silindung) ibukotanya Tarutung. 
Onder Afdeling Hoovlakte Van Toba (Wilayah Humbang) ibukotanya Siborong-borong. 
Onder Afdeling Toba (Wilayah Toba) ibukotanya Balige. 
Onder Afdeling Samosir (Wilayah Samosir) ibukotanya Pangururan. 
Onder Afdeling Dairi Landen (Kabupaten Dairi sekarang) ibukotanya Sidikalang. 
Tiap-tiap Onder Afdeling mempuyai satu Distrik (Kewedanaan) dipimpin seorang Distrikchoolfd bangsa Indonesia yang disebut Demang dan membawahi beberapa Onder Distrikten (Kecamatan) yang dipimpin oleh seorang Asisten Demang. 
Menjelang Perang Dunia II, distrik-distrik di seluruh keresidenan Tapanuli dihapuskan dan beberapa Demang yang mengepalai distrik-distrik sebelumnya diperbantukan ke kantor Controleur masing-masing dan disebut namanya Demang Terbeschingking. Dengan penghapusan ini para Asisten Demang yang ada di kantor Demang itu ditetapkan menjadi Asisten Demang di Onder Distrik bersangkutan. 
Kemudian tiap Onder Distrik membawahi beberapa negeri yang dipimpin oleh seorang kepala Negeri yang disebut Negeri Hoofd. Pada waktu berikutnya diubah dan dilaksanakan pemilihan, tetapi tetap memperhatikan asal usulnya. 
Negeri-negeri ini terdiri dari beberapa kampung, yang dipimpin seorang kepala kampung yang disebut Kampung Hoafd dan juga diangkat serupa dengan pengangkatan Negeri Hoofd. Negeri dan Kampung Hoofd statusnya bukan pegawai negeri, tetapi pejabat-pejabat yang berdiri sendiri di negeri/kampungnya. Mereka tidak menerima gaji dari pemerintah tetapi dari upah pungut pajak dan khusus Negeri Hoofd menerima tiap-tiap tahun upah yang disebut Yoarliykse Begroting. 
Tugas utama Negeri dan Kampung Hoofd ialah memelihara keamanan dan ketertiban, memungut pajak/blasting/rodi dari penduduk Negeri/Kampung masing-masing. Blasting/rodi ditetapkan tiap-tiap tahun oleh Kontraleur sesudah panen padi. 
Pada waktu pendudukan tentara Jepang Tahun 1942-1945 struktur pemerintahan di Tapanuli Utara hampir tidak berubah, hanya namanya yang berubah seperti : 
Asistent Resident diganti dengan nama Gunseibu dan menguasai seluruh tanah batak dan disebut Tanah Batak Sityotyo. 
Demang-demang Terbeschiking menjadi Guntyome memimpin masing-masing wilayah yang disebut Gunyakusyo. 
Asisten Demang tetap berada di posnya masing-masing dengan nama Huku Guntyo dan kecamatannya diganti dengan nama Huku Gunyakusyo. 
Negeri dan Kampung Hoofd tetap memimpin Negeri/Kampungnya masing-masing dengan mengubah namanya menjadi Kepala Negeri dan Kepala kampung. info http://www.taputkab.go.id
Baca selengkapnya......

Jumat, 25 Mei 2012

Sejarah Silindung


Pada masa Pemerintahan Hindia Belanda, Kabupaten Tapanuli Utara termasuk kedalam Keresidenan Tapanuli yang dipimpin seorang Residen Bangsa Belanda yang berkedudukan di Sibolga. Pada saat itu, Keresidenan Tapanuli dibagi menjadi 4 (empat) Afdeling (Kabupaten), salah satu diantaranya adalah Afdeling Batak Landen dengan ibukotanya Tarutung, dan 5 (lima) Onder Afdeling (wilayah) yang meliputi : Onder Afdeling Silindung, Toba, Samosir, Dairi dan Barus.
Setelah Proklamasi Kemerdekaan, sejarah perkembangan pemerintahan Republik Indonesia di Kabupaten Tapanuli Utara diawali dengan terbitnya Besluit Nomor : 1 dari Residen Tapanuli Dr. Ferdinan Lumbantobing pada tgl. 5 Oktober 1945 yang memuat Pembentukan Daerah Tapanuli dengan pengangkatan staf pemerintahannya, juga pengangkatan Kepala-kepala Luhak dalam Daerah Tapanuli. Afdeling Tanah Batak diubah menjadi LUHAK TANAH BATAK, dan sebagai Kepala Luhak diangkat Bapak Cornelius Sihombing (alm). Dalam catatan sejarah Tapanuli Utara, beliaulah dianggap sebagai Bupati pertama Tapanuli Utara
Sesuai dengan Undang-Undang Darurat No. 7 Thn 1956, di Daerah Provinsi dibentuk daerah otonom kabupaten. Salah satu kabupaten yang dibentuk dalam Undang-Undang Darurat. tersebut adalah Kabupaten Tapanuli Utara
Mengingat luasnya wilayah Kabupaten Tapanuli Utara, maka untuk meningkatkan daya guna pemerintahan dan pemerataan hasil-hasil pembangunan di daerah ini, maka pada tahun 1964 Kabupaten Tapanuli Utara dimekarkan menjadi 2 (dua) kabupaten, yaitu Kabupaten Tapanuli Utara dan Dairi. Pemekaran Kabupaten Dairi dari Kabupaten Tapanuli Utara sesuai dengan UU No. 15 Tahun 1964 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II Dairi.
Pada tahun 1998 untuk kedua kalinya Kabupaten Tapanuli Utara dimekarkan menjadi 2 (dua) kabupaten, yaitu Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Toba Samosir, sesuai dengan UU No. 12 Tahun 1998 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II Toba Samosir dan Kabupaten Daerah Tingkat II Mandailing Natal
Kemudian pada tahun 2003, Kabupaten Tapanuli Utara untuk yang ketiga kalinya dimekarkan menjadi 2 (dua) kabupaten, yaitu Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Humbang Hasundutan sesuai dengan UU No. 9 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Pakpak Bharat, dan Kabupaten Humbang Hasundutan di Propinsi Sumatera Utara. Pemekaran wilayah kabupaten ini dimaksudkan untuk meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan kepada masyarakat dan pelaksanaan pembangunan serta untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat di daerah ini
Sebagaimana uraian singkat sejarah perkembangan Pemerintahan Republik Indonesia di Kabupaten Tapanuli Utara diawali dengan terbitnya Besluit No. 1 dari Residen Tapanuli Dr. Ferdinan Lumbantobing pada tgl. 5 Oktober 1945 yang memuat Pembentukan Daerah Tapanuli dan pengangkatan Kepala-kepala Luhak dalam daerah Tapanuli, maka tanggal 5 Oktober ditetapkan menjadi Hari jadi Kabupaten Tapanuli Utara sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Tapanuli Utara No. 5 Tahun 2003.info dari wikipedia.org



Baca selengkapnya......

Selasa, 22 Mei 2012

Logo Kabupaten Tapanuli Utara

Logo Kabupaten Tapanuli Utara

Gambar ini merupakan logo kebesaran Kabupaten Tapanuli Utara, sebagai  Kabupaten dari propinsi Sumatera Utara mempunyai logo kebesaran... 
Tentang siapa pembuat logo tidak perlu di tanyakan soalnya logo ini datang dari pemerintah Negara Republik Indonesia, gambar element-element yang berada di dalam logo ini konon katanya adalah hasil bumi Kabupaten Tapanuli Utara dulunya. kami kurang tau pasti siapa dan dimana pembuatan logo tersebut, tapi pastinya ini adalah buatan pemerintah kita tercinta ini. Logo ini sangat cocok untuk Kabupaten Tapanuli Utara serta Tulisan Batak yang menandakan Bahwa warga Kabupaten Tapanuli Utara adalah suku Batak Toba.





Baca selengkapnya......

Geografis Propinsi Sumatera Utara

Sumatera Utara adalah sebuah provinsi yang terletak di Pulau Sumatera, Indonesiadan beribukota di Medan.
Provinsi Sumatera Utara terletak pada 1° - 4° Lintang Utara dan 98° - 100° Bujur Timur, 
Luas daratan Provinsi Sumatera Utara 71.680 km².Geografi

Sumatra Utara pada dasarnya dapat dibagi atas:
Pesisir Timur, Pegunungan Bukit Barisan, Pesisir Barat, Kepulauan Nias
Pesisir timur merupakan wilayah di dalam provinsi yang paling pesat perkembangannya
karena persyaratan infrastruktur yang relatif lebih lengkap daripada wilayah lainnya. 
Wilayah pesisir timur juga merupakan wilayah yang relatif padat konsentrasi penduduknya dibandingkan wilayah lainnya.
Pada masa kolonial Hindia-Belanda, wilayah ini termasuk residentie Sumatra's Oostkust bersama provinsi Riau.info dari wikipedia.org



Sumatera Utara
—  Provinsi  —
Lambang Sumatera Utara
Lambang

Peta lokasi Sumatera Utara
Negara Indonesia
Hari jadi15 April 1948
Dasar hukumUU 10/1948, UU 24/1956
Ibu kotaMedan
Koordinat0º 50' LS - 4º 40' LU
96º 40' - 100º 50' BT
Pemerintahan
 - GubernurGatot Pujonugroho (penjabat)
 - DAURp948.867.504.000,-(2011)[1]
Luas
 - Total72.981,23 km2


Populasi (2010)

- Total

12.985.075

- Kepadatan

177,9/km²

Demografi

- Suku bangsa

Batak (41,95%), Jawa(32.62%) Nias (6.36%),Melayu (4,92%), Tionghoa(3,07%), Minangkabau(2,66%), Banjar (0.97%), Lain-lain (7,45%) [3]

- Agama

Islam (65.5%),Kristen (Protestan/Katolik) (31,4%),Buddha(2,8%),Hindu (0,2%),Parmalim, Konghucu

- Bahasa

Indonesia, Batak, Karo,Pakpak, Simalungun,Angkola, Mandailing, Nias,Minangkabau, Melayu,Jawa
Zona waktuWIB
Kabupaten25
Kota8
Kecamatan325
Desa/kelurahan5.456
Situs webwww.sumutprov.go.id



Baca selengkapnya......

Daftar kabupaten/kota di Sumatera Utara

Pusat pemerintahan Sumatera Utara terletak di kota Medan. Sebelumnya, Sumatera Utara termasuk ke dalam Provinsi Sumatra sesaat Indonesia merdeka pada tahun 1945. Tahun 1950, Provinsi Sumatera Utara dibentuk yang meliputi eks karesidenan Sumatera Timur, Tapanuli, dan Aceh. Tahun 1956, Aceh memisahkan diri menjadi Daerah Istimewa Aceh.

Sumatera Utara dibagi kepada 25 kabupaten, 8 kota (dahulu kotamadya), 325 kecamatan, dan 5.456 kelurahan/desa.info dari wikipedia.org

No.Kabupaten/KotaIbu kota
1Kabupaten AsahanKisaran
2Kabupaten BatubaraLimapuluh
3Kabupaten DairiSidikalang
4Kabupaten Deli SerdangLubuk Pakam
5Kabupaten Humbang HasundutanDolok Sanggul
6Kabupaten KaroKabanjahe
7Kabupaten LabuhanbatuRantau Prapat
8Kabupaten Labuhanbatu SelatanKota Pinang
9Kabupaten Labuhanbatu UtaraAek Kanopan
10Kabupaten LangkatStabat
11Kabupaten Mandailing NatalPanyabungan
12Kabupaten NiasGunung Sitoli
13Kabupaten Nias BaratLahomi
14Kabupaten Nias SelatanTeluk Dalam
15Kabupaten Nias UtaraLotu
16Kabupaten Padang LawasSibuhuan
17Kabupaten Padang Lawas UtaraGunung Tua
18Kabupaten Pakpak BharatSalak
19Kabupaten SamosirPangururan
20Kabupaten Serdang BedagaiSei Rampah
21Kabupaten SimalungunRaya
22Kabupaten Tapanuli SelatanSipirok
23Kabupaten Tapanuli TengahPandan
24Kabupaten Tapanuli UtaraTarutung
25Kabupaten Toba SamosirBalige
26Kota BinjaiBinjai Kota
27Kota Gunungsitoli-
28Kota Medan-
29Kota Padangsidempuan-
30Kota Pematangsiantar-
31Kota Sibolga-
32Kota Tanjungbalai-
33Kota Tebing Tinggi-


[sunting]

Baca selengkapnya......

Peta



Letak Geografis Kota Tarutung Tapanuli Utara,








Lihat Peta Lebih Besar
Baca selengkapnya......